Jumat, 21 September 2018

REKAM JEJAK KINERJA PRESIDEN JOKOWI SELAMA PERIODE I MEMIMPIN INDONESIA By Adrian Indra


REKAM JEJAK KINERJA PRESIDEN JOKOWI SELAMA PERIODE I MEMIMPIN INDONESIA

 

Presiden Jokowi yang datang sebagai seorang pemimpin memiliki pendekatan yang berbeda dalam membangun Indonesia. Ia tidak mudah percaya dengan data yang diberikan. Melakukan cross-check merupakan langkah penting, yakni melalui blusukan.  Orang boleh saja, terutama rival politiknya, menilai blusukan sebagai politik pencitraan. Pencitraan hanya dapat dinilai dari habitusnya. Apakah ia memiliki kebiasaan atau budaya yang dinilai tersebut atau tidak? Jika itu tidak ada maka penilaian dan sinisme itu bisa dibenarkan.

Namun, Jika beliau  dalam berpidato di dunia internasional  beliau sering memakai bahasa Inggris, contohnya di Forum APEC Beijing China. Sungguh kebanggaan karena dalam pidatonya mengandung pesan yang bernilai bagi indonesia karena Presiden Jokowi ingin mengundang investor dunia agar berinvestasi di Indonesia. 

Fungsi dari investor asing adalah adanya dana dari asing yang di investasikan ke indonesia supaya laju pembangunan semakin cepat dan merata. Presiden Joko Widodo dalam pidato internasional juga membanggakan karena berani mengkritik PBB. Dalam pidato pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta hari Rabu 22/04/15 yang dimuat dalam berita dunia www.dw.com mengatakan, PBB tidak berdaya mengatasi berbagai konflik global saat ini dan untuk menghentikan aksi kekerasan di berbagai tempat, termasuk Palestina. Presiden Jokowi juga menyoroti makin besarnya ketimpangan antara negara berkembang dan negara miskin di dunia.

Nawacita adalah, sebuah konsep dan strategi pembangunan yang dikibarkan oleh Presiden Jokowi. Hal ini diharapkan menjadikan Indonesia menjadi Negara kuat dan berwibawa. Nawacita lahir di tengah-tengah krisis mentalitas yang menerpa bangsa Indonesia. Koentjaraningrat dalam buku Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan pernah mengatakan bahwa :

Dalam zaman post-revolusi tumbuh beberapa sifat kelemahan dalam mentalitas banyak orang Indonesia, yang menjauhkan kita dari pembangunan
(Koentjaraningrat 2000: 45).

Koentjaraningrat menganalisis bahwa krisis mentalitas itu bersumber pada kehidupan tanpa pedoman dan tanpa orientasi yang tegas. Sehingga menghasilkan mentalitas penerabas, mentalitas yang suka meremehkan, kurang percaya diri dan mentalitas yang suka mengabaikan tanggung jawab.

Bidang Politik
Nawacita menginginkan terciptanya negara kuat dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum, memperkuat pertahanan maritim serta negara tidak abai dalam membangun tata pemerintahan yang demokratis dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Strategi Kebudayaan
Nawacita menyadari bahwa Indonesia dibentuk dari kolektivitas kebudayaan yang dibangun dari daerah-daerah, desa-desa, kemudian menjadi Indonesia. Berkepribadian dalam kebudayaan dapat dicari dari khazanah kebudayaan Indonesia yang begitu luas bukan dari luar. Sembilan agenda program kerja prioritas yang diuaraikan pada Nawacita, merupakan “pondasi dan kerangka rumah” yang pada tahun pertama ini dibangun oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK.

Dalam membangun pondasi dan kerangka, merupakan pekerjaan yang tersulit, tapi juga merupakan yang terpenting, karena kokoh dan nyamannya sebuah rumah idaman ditentukan oleh pondasi dan kerangkanya.  Jika pondasi dan kerangka sudah terbentuk, baru tahun berikutnya dibangun dindingnya, atapnya, halaman rumahnya dan aksesoris pendukung lainnya. Semua pembangunan rumah idaman tersebut memerlukan waktu, biaya, tenaga, pemikiran serta kondisi-kondisi lainnya.  

Presiden Jokowi mendapat amanat rakyat untuk memimpin Indonesia, dan segera melaksanakan “Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian.  Presiden Jokowi mengidentifikasi ada tiga problem pokok bangsa yang dihadapi saat ini, yaitu, merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional, dan merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Perubahan nyata yang ditawarkan harus kembali dan bersumber pada Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila 1 Juni 1945, dan Pembukaan UUD 1945. Presiden Jokowi haqqul yaqin bahwa melalui jalan ideologis itu, maka ketiga penyakit akut bangsa tadi, bisa teratasi.  Selain berpegang pada ideologi, Presiden Jokowi memilih mengusung konsep Trisakti yang pernah diperjuangkan oleh Proklamator RI, Ir. Soekarno yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Presiden Jokowi mempunyai strategi dalam transisi perekonomian nasional. Untuk jangka pendek, adalah stabilisasi ekonomi untuk menjembatani perekonomian, seperti spending melalui proyek pemerintah. Menurut beliau, pemerintah mempunyai ruang fiskal yang harus dimanfaatkan.  Untuk jangka menengah sampai jangka panjang, pemerintah saat ini berfokus pada proyek infrastruktur karena sektor tersebut padat modal dan berdampak panjang. Buruknya infrastruktur saat ini dinilai menjadi salah satu penghambat utama growth engine.

Perbaikan infrastruktur penting untuk menekan biaya produksi, biaya transportasi, dan ongkos distribusi. Distribusi logistik melalui laut merupakan yang paling murah. Untuk itu pemerintah berkonsentrasi pada konsep tol laut, seperti pembangunan yang sudah dimulai di Kuala Tanjung dan Makassar, di samping 24 pelabuhan yang direncanakan pemerintah.  Selain itu pemerintah juga telah memulai membangun tol Trans Sumatera.

Ada tiga langkah yang dilakukan pemerintah untuk menggenjot ekonomi dalam paket kebijakan ekonomi tahap pertama. memang ada sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk menggenjot ekonomi.  Pemerintah terus mendorong belanja pemerintah melalui daya serap anggaran, memperbaiki neraca pembayaran, dan menetapkan langkah-langkah konkrit. Langkah-langkah tersebut, diantaranya, Pertama Pengendalian harga komoditi pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, Kedua pembentukan tim evaluasi pengawasan realisasi anggaran, Ketiga, pembentukan badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit.  

                                                                       
Cerita dari Presiden Jokowi

Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai. Tiga tahun semenjak menjadi Presiden Republik Indonesia, saya telah mendatangi 33 provinsi di luar ibukota Jakarta, dari Aceh di ujung barat sampai Papua di ujung timur, dari Nusa Tenggara di pinggir selatan sampai ke Pulau Miangas yang terluar di utara.

Sejak kunjungan pertama ke Kabupaten Karo di Sumatera Utara pada 29 Oktober 2014, sembilan hari setelah dilantik, sampai hari ini, saya tetap blusukan: menghadiri sedikitnya 520 acara dalam 1.095 hari sebagai Presiden! Apa yang saya inginkan dari blusukan ke seluruh pelosok negeri?

Saya ingin memastikan semua program pemerintah yang sudah direncanakan telah dilaksanakan dengan benar, mengontrol jalannya proyek-proyek strategis nasional, mengecek hambatan-hambatan dan mencarikan jalan keluarnya. Kita gencar membangun infrastruktur untuk  mengejar ketertinggalan pembangunan dan meningkatkan daya saing dengan negara lain. Anggaran untuk infrastruktur ini telah ditingkatkan pemerintah dari Rp177 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 401 triliun pada tahun 2017. Kita telah menyelesaikan pembangunan tujuh Pos Lintas Batas Negara yang layak dan membanggakan di perlintasan utama sepanjang perbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.

Berikut beberapa kondisi Po Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dulu dan sekarang yang dikumpulkandari berbagai sumber.
1. Mota Ain.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ini diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2016. Arsitektur bangunan diadaptasi dari budaya yang ada pada masyarakat Belu, Timor Barat, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Pembangunan akan kembali dilanjutkan hingga Maret 2019 dengan berbagai fasilitas seperti pasar, wisma, dan x-ray.
2. Motamasin
Pos Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Nusa Tenggara Timur ini diperbaharui pada awal 2016 dengan anggaran Rp 145 miliar dan sudah selesai pada akhir Desember 2016. Setelah kunjungan Presiden Jokowi ke pos perbatasan tersebut, banyak masyarakat mengunjungi hanya untuk berfoto. Bangunan pos tersebut juga terhitung megah di antara bangunan di Kabupaten Malaka.

3. Entikong.
Perbatasan antara Kalimantan Barat dan Malaysia ini sempat mengecewakan dan dianggap tidak layak. Namun dengan kemauan pemerintah, target pembangunan pos selama 2 tahun pun tercapai. Pada 21 Desember 2016, pos perbatasan Entikong diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
4. Skouw.

Pos Lintas Batas Negara di Skouw, Papua, adalah gerbang menuju Papua Nugini dan diresmikan pada Februari 2017. Pos yang berada di beranda negara ini tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar dan masuk Indonesia, tetapi juga mengurangi aktivitas ilegal seperti perdagangan narkoba.


5. Nanga Badau.
Pos Perbatasan antara Kalimantan Barat dan Malaysia tersebut diresmikan pada 16 Maret 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Nantinya pasar modern juga akan dibangun di wilayah tersebut dan diharapkan dapat memberi efek pada kesejahteraan masyarakat. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan pos Nanga Badau mencapai Rp 153 miliar.


6. Aruk.
Tidak berselang lama setelah peresmian pos Nanga Badau, presiden Joko Widodo meresmikan Pos Perbatasan Aruk yang memisahkan Kalimantan Barat dan Malaysia. Desain Pos Aruk ini diakui presiden sebagai yang terbaik di antara pos perbatasan lain yang dipugar. Tidak hanya diperuntukkan bagi pengawasan, pos diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, dalam tiga tahun ini, panjang jalan tol di Indonesia telah bertambah 300 kilometer dari semula hanya 780 kilometer di tahun 2014. Jalan-jalan tol untuk mempermudah konektivitas antardaerah dan memperlancar arus barang dan logistik kini sedang dikebut pengerjaannya. Saya menargetkan, jalan tol di Indonesia bertambah 1.800 kilometer dalam periode 2015-2019. Saat itu, Sumatera dan Jawa serta sebagian Kalimantan telah terhubungkan jalan bebas hambatan dari ujung ke ujung.   Selain jalan tol, kita pun membangun jalan-jalan nasional di berbagai lokasi. Total jalan yang sudah dibangun dalam tiga tahun terakhir sudah mencapai 2.623 kilometer termasuk jalan-jalan perbatasan, Trans Papua, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur. Panjang  jembatan yang dibangun sampai Oktober 2017 juga telah mencapai 25.149 meter. Kita juga membangun pelabuhan, mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatra Utara, dan Makassar New Port di Sulawesi Selatan, serta pelabuhan-pelabuhan kecil di berbagai pulau. Tahun depan akan dimulai pembangunan pelabuhan di Sorong, Papua.

Indonesia sebagai negara besar yang memiliki 17.000 pulau namun tidak semua pulaunya dapat disinggahi kapal. Karena itu di pulau-pulau terpencil di Natuna, Miangas, kita bangun bandara. Tiga tahun ini kita membangun tujuh bandara baru dan membenahi 439 bandara lama.

Tahun 2017 ini, pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 33 waduk dari 49 yang direncanakan.  Di antara berbagai kunjungan itu, saya tak pernah melewatkan bertemu masyarakat dan anak-anak sekolah, untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan serta sertifikat hak milik atas tanah.

Saya telah membagikan secara langsung 1.286.395 lembar Kartu Indonesia Sehat untuk warga 514 kabupaten dan kota. Sampai Oktober 2017 ini, KIS telah diterima 182 juta penduduk Indonesia. Saya juga membagi langsung 46.336 lembar Kartu Indonesia Pintar di 39 kota dan kabupaten dari lebih 8 juta KIP yang telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah. Mengapa bantuan sosial nontunai ini begitu penting? Karena ini investasi sumber daya manusia, bagian dari persiapan kita menghadapi bonus demografi di tahun 2025-2030. Pada periode itu diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia paling besar.

Selain itu, untuk mengejar target sertifikasi lahan di seluruh Indonesia, saya pun turun tangan dengan membagikan langsung 137.035 lembar sertifikat hak milik tanah untuk rakyat dalam dua tahun program ini di setidaknya 37 lokasi di 22 provinsi.   Di seluruh Indonesia ada 126 juta bidang tanah, baru 46 juta bidang yang bersertifikat. Inilah yang membuat rakyat  lebih sering salah ketika terjadi sengketa tanah antara orang dengan orang, orang dengan perusahaan, orang dengan pemerintah. Mereka tidak memiliki sertifikat, tak ada bukti kepemilikan atas tanah.  

 Begitulah. Tiga tahun sebagai Presiden Republik Indonesia, tiga tahun pula saya blusukan ke seluruh Indonesia. Tak semua pembangunan itu dapat saya sampaikan satu per satu. Perjalanan kita tentu masih jauh mengingat negara ini sungguh besar dalam arti sebenar-benarnya. Dihuni 255 juta penduduk, membentang di atas lebih 17.000 pulau, terdiri atas 714 suku bangsa yang berbicara dalam lebih 1.100 bahasa.

Di atas keragaman itu, kita tetap hidup dalam harmoni, dipersatukan oleh Pancasila, sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika.  Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, pekerjaan kita masih jauh dari selesai. Negara kita besar, maka target kita juga harus besar. Agar kita berdaya saing kuat, berdiri tegak dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya.


Di bidang kelautan, Presiden Ir. H. Joko Widodo menginstruksikan perlakuan keras terhadap pencuri ikan ilegal. Selain meminta diadakannya razia, ia juga berharap kapal pelanggar aturan ditenggelamkan. Di bidang pertanian, Presiden Ir. H. Joko Widodo membagikan 1099 unit traktor tangan di Subang dengan harapan menggenjot produksi petani. Itulah contoh sederhana hasil blusukan jurus jitu Presiden Ir. H. Joko Widodo yang pro rakyat. Pro rakyat ini bisa dibuktikan dengan  beraninya Presiden Ir. H. Joko Widodo menyamakan harga BBM Papua yang semula 60-100 ribu/liter kini hanya 7 ribu/liter. Kerja bagus dan berani dari Presiden Ir. H. Joko Widodo karena presiden sebelumnya tidak pernah blusukan dan tidak mau tahu permasalahan yang di hadapi oleh rakyatnya.

Indonesia bangga karena pemimpin baik kita menjadi pemimpin terbaik Asia menurut situa Bloomberg. Dalam hal ini Presiden Ir. H. Joko Widodo mengungguli Presiden Tiongkok XI Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Berdasarkan data dari Bloomberg, Presiden Ir. H. Joko Widodo merupakan satu-satunya pemimpin negara yang memiliki performa positif dalam seluruh aspek yang dinilai, yaitu menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).

Siapapun yang akan menjadi Pemimpin di Indonesia, haruslah bisa menerima kodratnya untuk tahan dari caci maki dan fitnah dari lawan politiknya. Dari kacamata lawan politik, seolah olah apa yang dikerjakan oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo selama memimpin Indonesia tidak yang ada baik atau tidak ada keberhasilannya.

Presiden Ir. H. Joko Widodo boleh jadi akan tercatat dalam sejarah bangsa sebagai Presiden yang dicinta sekaligus dibenci pada waktu yang bersamaan. Bagi para pengagumnya ia adalah simbol pemimpin dengan semangat pembelaan kepada rakyat yang begitu tinggi. Sementara bagi mereka yang kontra, Presiden Ir. H. Joko Widodo tidak lebih dari sosok pemimpin yang gemar melakukan pencitraan.

Namun di balik itu semua, Presiden Joko Widodo sejatinya tampak sangat ingin dan berusaha dengan keras untuk tidak mengecewakan hati rakyat. Dari sisi pengawalan saja, mantan  Gubernur DKI Jakarta itu tidak pernah ingin ada pengistimewaan yang berlebihan.  Maka perjalanan langsung mengawal Presiden Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden merupakan perjalanan yang penuh dengan romantisme.

Mayjen TNI Bambang Suswantono yang pernah menjabat sebagai Danpaspamres mengawal Presiden Ir. H. Joko Widodo beberapa waktu lalu mengatakan salah satu pesan Presiden Ir. H. Joko Widodo saat pertama ia memegang jabatan sebagai Danpaspampres adalah Presiden selalu ingin dekat dengan rakyat.

 "Beliau punya keinginan untuk dekat dengan masyarakat, di sepanjang jalan di setiap masyarakat berkumpul di situlah Presiden berhenti, di setiap kesempatan beliau selalu melayani masyarakat untuk berfoto. Ketika batas antara Presiden dengan rakyat semakin dekat maka batas kenyamanan sangat bergesekan dengan batas keamanan," 

Bambang yang kini posisinya digantikan oleh Brigjen TNI Suhartono itu mengatakan ketika itu ia selalu menekankan sisi keamanan sesuai prosedur tetap namun  menyesuaikan dengan kemauan Presiden yang selalu ingin dekat dengan rakyat.

Pengawalan Santun 
Presiden Ir. H. Joko Widodo pun dalam perkembangannya dikenal sebagai Presiden dengan pengawalan yang santun.  Bahkan video yang diunggah oleh Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara berjudul Santun Mengawal RI-1 menjadi viral dalam beberapa waktu terakhir. Dalam video tersebut, prosedur pengawalan Presiden diungkap dengan tetap menekankan kesantunan.  "Tidak ada penutupan jalan, semua mengalir seperti biasa, jangan sampai mengganggu masyarakat umum. Selama di jalan tetap sopan santun, jika kondisi macet buka jalan satu jalur, tidak menggunakan sirine.


 Pro-Rakyat 
Gaya memimpin yang santun memang tampak ingin sekali ditonjolkan Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam berbagai hal. Ia tampak selalu ingin dekat dengan rakyat meski di satu sisi berani dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan memang sering kali pahit karena seperti apapun  sebuah keputusan tak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Kolumnis Manik Sukoco pernah menulis tentang Presiden Ir. H. Joko Widodo yang menurut dia dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang pro-rakyat Beberapa terobosan dilakukan di antaranya pengembangan one data (BIG), kebijakan pendaftaran online untuk CPNS, pembayaran pajak, dan pengurusan imigrasi untuk menciptakan birokrasi yang lebih bersih.

Namun, Presiden Ir. H. Joko Widodo sekaligus juga menuai banyak kritik karena pemerintahannya yang terperangkap dalam politik oligarkis, tanggapannya mengenai isu-isu SARA, dan sikapnya yang cenderung lambat dan gamang dalam memberikan solusi atas masalah-masalah negara. Kenyataannya Presiden Ir. H. Joko Widodo memang sulit untuk bisa menyelesaikan seluruh persoalan bangsa dengan gaya memimpinnya yang khas itu. Tetapi ia lebih menjelma menjadi sosok pemimpin yang tak gentar untuk terus mencoba menjadikan Indonesia semakin baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FREDERIKUS GEBZE : "PRESIDEN JOKOWI DAN PEMIMPIN DUNIA"

  Berbagi Pengalaman dengan Generasi Muda Presiden Joko Widodo berbagi pengalamannya menjadi seorang wirausaha dalam acara ...