Minggu, 08 Desember 2019

Frederikus Gebze : "Masa Kecil, Masa SD dan Masa SMP Presiden Jokowi"





MASA KECIL
PRESIDEN  IR. H. JOKO WIDODO
“ Lupakan diri Sendiri, investasikan berbuat banyak kebaikan kepada orang lain dan masyarakat. Niscya keduanya membuat kita meraup deviden terbesar dalam hidup “
( Williams Griffith Wilson )
1.    MASA KECIL , SD, SMP, SMA
Presiden Joko Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 Menjabat Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Amanah yang luar biasa karena bisa  dibilang “Wong Ndeso Dadi Presiden “ atau Orang desa jadi Presiden, dan berasal dari berasal dari keluarga yang sederhana.



Dikutip dari Wikipedia, Presiden. Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi, dan merupakan anak sulung serta putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati. Ia sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan.


Tak jauh berbeda kehidupan bantaran kali masa kini dengan kala itu, banyak digusur atau pun diminta pindah oleh pemilik rumah. Kehidupan Joko Widodo Kecil diwarnai oleh suasana nomaden atau sering pindah-pindah karena harga sewa rumah terus naik.  Bantaran sungai Dawung Kidul menjadi tempat hinggapan kedua dengan suasana yang tak jauh berbeda tapi ukuran yang lebih kecil.  

Berpindah lagi ke daerah Munggur yang lagi-lagi dialiri Sungai Pepe, di situlah kebahagiaan keluarga Notomiharjo bertambah dengan kehadiran tiga putri lagi. Ketiga saudara kandungnya merupakan perempuan, yakni Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati
.
Presiden Joko Widodo kecil kerap lari terbirit saat orangtua memergokinya mandi di kali. Atau sekadar mencari telur bebek untuk kemudian di masak dengan kaleng bekas.

“Dulu dengan saya dan teman-teman lainnya, Presiden Ir. H. Joko Widodo sering bermain. Kami mandi di sungai dan mencari telur bebek di Kali Anyar,” ujar Bandi, 59, tersenyum menceritakan kenangannya dengan Presiden Ir. H. Joko Widodo.

 Seringkali, Ibunda Presiden Ir. H. Joko Widodo maupun orang tua lainnya mencari mereka ke sungai. Jika sudah seperti itu, ujar Bandi, mereka akan secepatnya mengambil langkah seribu, pulang karena takut dimarahi. Pria yang berprofesi sebagai sopir itu bercerita, selisih umurnya dengan Presiden Ir. H. Joko Widodo sekira tujuh tahun. “Saya dulu manggilnya ‘Le’, dia manggil saya 'Mas'," kata dia.


Sejak Presiden Joko Widodo menjadi orang penting, dia sungkan untuk menggunakan panggilan itu. "Saya tidak berani manggil ‘Le’. Walaupun pernah Presiden Joko Widodo sendiri meminta saya manggil seperti panggilan masa kecil,” ujarnya. Bandi tak ingat pasti kapan Presiden  Joko Widodo dan keluarganya tinggal di Candirejo Lor. Yang Bandi ingat, Presiden Joko Widodo pindah ke wilayah Sumber, Banjarsari, Solo, pada 1971. Sejak itu, mereka jarang bertemu. "Tapi ia masih suka main kemari,” imbuhnya.

Presiden Joko Widodo, kata Bandi, telah memiliki jiwa kepemimpinan sejak kecil. Selain dikenal cerdas dan pendiam, Presiden Joko Widodo juga kerap mendamaikan rekan-rekannya yang berkelahi. Kalau temannya berkelahi, Presiden Joko Widodo memilih untuk tidak memihak. "Dia pilih pergi. Namun hari berikutnya dia beri solusi dan mendamaikan,” jelas Bandi.

Di mata Bandi, tidak banyak berubah dari Presiden Joko Widodo. Terbukti ketika bertemu beberapa tahun lalu di Bandara Adi Soemarmo, Presiden Joko Widodo langsung merangkulnya. “Saya cuma sopir, menjemput penumpang di bandara. Tak tahunya, dia mendatangi dan merangkul saya. Semua orang heran melihatnya,” pria itu menutup kisah dengan senyum. Penghasilan pas-pasan sebagai tukang kayu di desa membuat Notomiharjo harus memutar otak dengan keras.  Tapi dari kayu itulah Notomiharjo bisa menyekolahkan Presiden Joko Widodo kecil dan ketiga putrinya. Bantaran Kali Anyar menjadi persinggahan selanjutnya karena di situ itulah sebuah pasar kayu besar bergeliat.



Kehidupan keluarga Notomiharjo sedikitnya berubah dari riuh rendah perkampungan menjadi ramai-ramai suasana Pasar Gilingan, Surakarta Pertama kali Presiden Joko Widodo kecil bersekolah adalah di SD Negeri 111 Tirtoyoso, Solo, selama 6 tahun sejak 1968. Tak ada biaya untuk membeli sepeda untuk menemani dia sekolah, maka jalan kaki adalah yang paling memungkinkan.



Sering main kelereng dan mandi di kali

Teman  kecil Presiden  Joko Widodo lainnya adalah Sutarti. Dia mengatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tipe anak pendiam dan rajin. "Dia itu anaknya rajin dan pinter. Dia kalau malem selalu belajar. Orangnya juga nggak nakal," kata Sutarti.

Rumah Sutarti dulu berdampingan dengan kediaman keluarga Presiden Joko Widodo di Pasar bambu Gilingan, Banjarsari atau tepatnya di sebelah selatan bantaran Kali Anyar, Solo. Sutarti menceritakan masa kecil dari Presiden Joko Widodo tak ubahnya sama dengan anak-anak lainnya. Jokowi kecil sering bermain kelereng, layang-layang, memancing di pinggir kali.  

 " Presiden  Joko Widodo itu juga sering mandi di sungai sama teman-temannya, " tuturnya.


 Lantas dirinya mengaku sewaktu Presiden Joko Widodo kecil sudah seperti keluarganya sendiri.  Sutarti yang lebih tua delapan tahun dibanding Presiden Joko Widodo ini lebih sering ngemong Presiden Joko Widodo dan tiga adik perempuannya. "Kemarin ketemu terakhir pas open house halal bihalal dengan Presiden Joko Widodo di rumahnya. Ya, beliau masih ingat dengan saya, menyapa seperi biasa. Nggak ada yang berbeda dengan sikap Ir. H. Joko Widodo setelah terpilih Presiden," ungkap Sutarti.

Langkah demi langkah Joko Widodo kecil hingga usia 12 tahun rupanya membuat dia melihat-lihat bagaimana cara menggergaji kayu dan memotong bambu. Telur-telur bebek yang tergeletak tak bertuan juga menarik perhatian bocah itu. Tak ingin berlama-lama menjadi beban ayahnya yang hanya tukang kayu, dia juga memulai berpikir bagaimana cara berdagang.

Presiden Joko Widodo mempunyai banyak cerita unik. Penampilannya dengan tubuh yang kurus saat ini, memang sama seperti penampilannya semenjak masih masa kanak-kanak. Bahkan saat masih duduk di bangku SMP N Solo, celana Presiden Joko Widodo kecil sering melorot, lantaran tubuhnya kekurusan.    



Sutarti (62) pengasuh Presiden. Joko Widodo mengatakan, mantan wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta  tersebut dari kecil memang susah makan. Sehingga badannya kurus sekali. Rasa ketertarikan Joko Widodo kecil pada dunia dagang berdagang, dituangkan dengan memanggil-manggil pedagang apa pun yang lewat.

"Saking getolnya saya memanggil pedagang, suatu kali saya dengan kencang meneriaki abang yang entah berdagang apa agar mendekat. Ternyata dia pedagang arang. Terlanjur dipanggil, ya terpaksa Ibu membayar arang-arang tersebut, padahal saya tidak butuh," (Presiden Joko Widodo)

"Masa kecil saya adalah pembelajaran pertama tentang bagaimana memahami kehidupan rakyat. Apa yang saya lakoni saat ini tak bisa terlepas dari atmosfer yang menumbuhkan saya. Bantaran sungai kumuh di Surakarta itu mengajarkan saya banyak hal. Hidup manusia dan harapan," (Presiden Joko Widodo)

Sudah terbiasa melangkahkan kaki dari Pasar Gilingan menuju sekolah, rupanya Presiden Ir. H. Joko Widodo kecil harus pindah lagi bersama keluarganya. Notomiharjo yang tak sanggup lagi membayar sewa rumah pun terpaksa mengajak keluarganya menumpang tinggal di rumah kakak dari Sujiatmi yang terletak di wilayah Gondang Meski sudah tidak lagi tinggal di tengah ramainya Pasar Gilingan, suasana di Gondang terasa lebih hangat.

Satu atap dengan keluarga besar membuat Presiden Joko Widodo kecil merasakan kehangatan. Di sisi lain kehidupan menumpang seperti itu sebenarnya tak seharusnya terjadi. Biar bagaimana pun sebuah keluarga harus mampu menjalani kehidupan sendiri. 
Usaha Notomiharjo berjualan kayu juga semakin terpuruk karena tak lagi bisa berjualan di Pasar Gilingan yang ramai. Bertolak dari kondisi tersebut akhirnya membuat Notomiharjo merambah ke jalanan, menjadi sopir.

 Ayah
Presiden Joko Widodo kecil itu menapaki dunia persopiran mulai dari sopir pribadi hingga sopir bus antar provinsi. 


Setiap malam Sujiatmi menunggu suaminya pulang hingga larut. Tapi ternyata usaha gigih itu tak sia-sia, Notomiharjo kemudian mengajak keluarganya pindah dan mengontrak rumah sendiri di wilayah Manahan. Ketika itu Joko Widodo kecil sudah menginjak usia remaja dan melanjutkan jenjang pendidikan ke SMP 1 Solo, sebuah sekolah yang bisa dibilang favorit.

( BERSAMBUNG )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FREDERIKUS GEBZE : "PRESIDEN JOKOWI DAN PEMIMPIN DUNIA"

  Berbagi Pengalaman dengan Generasi Muda Presiden Joko Widodo berbagi pengalamannya menjadi seorang wirausaha dalam acara ...