Senin, 24 September 2018

Perubahan dan Rekor Sejarah Selama Era Jkw-JK By Adrian Indra




1.     PERUBAHAN DI ISTANA NEGARA


“ TEROBOSAN ITU SESUATU YANG TIDAK BIASA KARENA MEMILIKI DAYA DOBRAK TINGGI. JIKA BIASA-BIASA SAJA DAN NORMATIF , BUKAN TEROBOSAN NAMANYA“  ( LIN CHE WEY )




Di telinga orang, jika mendengar kata "Istana Negara", pasti yang muncul dipikiran kita yaitu bangunan megah, keren, ketat pengamanannya, dan isinya orang-orang penting. Benar , Istana negara isinya memang seperti itu. Istana Negara saat ini telah disulap jadi tempat yang ramah dan welcome untuk semua orang sejak Presiden Ir. H. Joko Widodo menjabat sebagai Presiden.

Ini beberapa rangkuman bagaimana perubahan yang terjadi di Istana Negara sejak ada Presiden Ir. H. Joko Widodo. Lukisan-lukisan bersejarah ini dulu hanya disimpan. Dan kini? untuk pertama kalinya dalam sejarah, sejak Presiden Ir. H. Joko Widodo menjabat, lukisan-lukisan itu dipamerkan ke masyarakat umum dan siapa saja dapat datang untuk melihatnya.
     
memamerkannya supaya masyarakat umum dapat melihat Dulu yang datang upacara di istana 70% merupakan para pejabat, sisanya rakyat. Kini 70% merupakan masyarakat umum, sisanya merupakan pejabat.
Upacara tujuh belasan di istana negara yang saat ini berbeda dengan yang dulu. Dulu 70% pejabat, 30% rakyat. Kini dibalik, 30% merupakan pejabat, yang 70% masyarakat umum. Kebayang bagaimana riuhnya istana negara saat upacara 17 Agustus. Masyarakat yang hadir berebut buat jabat tangan sama Presiden Ir. H. Joko Widodo

Dengan begini, mereka jadi lebih dekat dengan Presidennya, dan juga merasakan bagaimana kerennya mengikuti upacara di istana negara.  Jangankan ingin foto, dulu melihat dari jauh saja sudah takut. Namun kini tidak lagi, pasukan jaga Istana ini kini baik-baik tidak seperti dulu.




Mereka juga ramah dan tidak menolak jika diajak selfie sama masyarakat umum yang datang ke istana. Dulu jika ada tamu negara, pembicaraannya di dalam istana dan dijaga ketat. Kini? ngobrolnya di beranda istana sembari melihat kebun. Sebutannya adalah Veranda Talk, artinya ngobrol-ngobrol di beranda. 

Tamu negara yang berkunjung ke Indonesia akan diajak bercengkerama di beranda istana sembari melihat pemandangan cantik di halaman istana. Hal ini mengakibatkan segala hal yang dijalankan menjadi transparant dan siapapun dapat melihat. Dulu tidak sembarang orang dapat masuk ke dalam istana negara. Kini? Kiai, pelawak, hingga tukang ojek diundang Presiden Ir. H. Joko Widodo ke sana. Apakah ada undang-undang yang menyatakan Istana Negara hanya untuk orang besar ?  


Sejak Presiden Ir. H. Joko Widodo menjabat, megahnya istana negara menjadi bersahabat dengan rakyat dari kalangan manapun. Pedagang kaki lima, artis, pelawak, tukang gojek, para ulama, dan masih banyak lagi, pernah diundang Presiden Ir. H. Joko Widodo  untuk datang ke istana. Kirab
Bendera pusaka di Istana Merdeka.  Dulu hanya serah terima di dalam istana, kini diarak dengan kereta kencana. Serah terima bendera pusaka bukan hal yang biasa-biasa saja. Masyarakat umum juga perlu mengetahui bagaimana bersejarahnya bendera pusaka yang menjadi kebanggaan dan ciri khas Bangsa Indonesia. 

Presiden Ir. H. Joko Widodo mengganti ritual serah terima bendera pusaka supaya kita lebih menghormatinya. Dulu tamu negara hanya disambut di tangga istana. Kini? tamu negara disambut dengan parade budaya.
 
Saat ini, tamu negara disambut dengan lebih semarak dengan dilangsungkannya parade budaya sebelum memasuki istana. Parade budaya ini untuk mengenalkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia kepada wakil negara yang berkunjung ke Indonesia dari luar negeri. 

Umumnya yang ditampilkan tari-tari tradisional, atau parade anak-anak kecil yang mengenakan pakaian adat nusantara. Dulu pelantikan gubernur sangat formal di dalam istana. Kini? mereka diarak dengan lagu-lagu kebangsaan sebelum resmi dilantik.

Pemimpin rakyat memang semestinya merakyat. Perubahan-perubahan kecil yang terjadi di istana negara semakin membuka mata kita bahwa Presiden kita yang satu ini memang ramah sekali, lain dari yang lain. Banyak pihak menganggap istana negara saat ini terasa lebih hidup. 

ISTURA ( ISTANA UNTUK RAKYAT )


Kegiatan Istana Untuk Rakyat yang digelar Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-534 mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo. Presiden mempersilakan warga untuk berkunjung ke Istana Bogor, dan tidak merasa terganggu dengan kegiatan ini
Menurut Endang, selama kegiatan Istura berlangsung, Presiden Joko Widodo dan keluarga tetap menetap di Istana Bogor. Presiden berangkat kerja ke Jakarta pagi hari dan pulang ke Bogor setiap harinya seperti biasa. Presiden dan keluarga tetap menetap di Istana, tidak ada agenda keluar.

      Tidak menutup kemungkinan selama kegiatan Istura berlangsung Presiden dan keluarga berkesempatan menyapa masyarakat yang sedang berkunjung ke Istana Bogor.

Kemungkinan untuk menyapa masyarakat itu ada. Layak halnya seperti di Gedung Putih (White House) Presiden Barak Obama dapat melambai dari balkon ke masyarakat. Presiden dan masyarakat bisa bertatap muka. Pada pelaksanaan Istura kali ini, masyarakat dipersilakan mengelilingi halaman depan dan belakang Istana Bogor. Pihak istana juga menyediakan juru foto bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen di salah satu sudut yang menjadi simbol Istana Bogor. Tahun ini, salah satu pintu ruang belakang istana akan dibuka, masyarakat dapat melihat ke dalam cermin 1000 dan juga interior dalam Istana.

Ribuan warga antusias menghadiri acara Open House Presiden Jokowi yang kali ini digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Banyak dari mereka yang datang bahkan dari kota lainnya untuk sekadar bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan berkunjung ke Istana Kepresidenan untuk kali pertama. Namun, di antara para pengunjung, ada juga yang mengaku sengaja datang untuk berterima kasih kepada Presiden atas upaya-upaya yang dilakukan. Seperti Rudi Sinaga misalnya yang datang dari Sukabumi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih langsung sama Pak Jokowi atas pembangunan infrastruktur, khususnya di Jawa barat. Saya rasa luar biasa, terima kasih banget sama Pak Jokowi,” ( Rudi Sinaga )

Di Jawa Barat sendiri, khususnya wilayah Sukabumi, sejumlah pembangunan sarana transportasi digalakkan. Di antaranya ialah pembangunan jalur ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi. Di samping itu, dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menyelesaikan pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang mulai dibangun pada 2015 lalu.

Dalam kunjungannya ke Sukabumi akhir tahun lalu, Presiden Joko Widodo memang pernah menceritakan pengalamannya soal kepadatan lalu lintas yang teramat sangat saat mengunjungi wilayah Sukabumi menggunakan kendaraan roda empat. Oleh karena adanya keluhan masyarakat Sukabumi akan kondisi tersebut, pembangunan sejumlah sarana transportasi di sana langsung dikerjakan.

“Program 2019-2024 masalah sumber daya manusia saya rasa pas banget diterapkan setelah infrastruktur,” ( Rudi Sinaga )

Senada dengan Rudi, Wayan asal Singaraja, Bali, yang pada Lebaran ini datang mengunjungi sanak keluarganya di Tangerang, juga berharap agar pembangunan infrastruktur ini dapat berlanjut. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan sejumlah harapannya bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Semoga itu (pembangunan) berlanjut, kemudian kerukunan antarumat beragama baik, dan sektor pariwisata berjalan dengan baik,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FREDERIKUS GEBZE : "PRESIDEN JOKOWI DAN PEMIMPIN DUNIA"

  Berbagi Pengalaman dengan Generasi Muda Presiden Joko Widodo berbagi pengalamannya menjadi seorang wirausaha dalam acara ...