Kamis, 27 September 2018
Selasa, 25 September 2018
KATA PENGANTAR ( BUKU JOKOWI SANG PEMIMPIN RAKYAT ) PENULIS : ADRIAN INDRA
|
Puji
dan syukur penulis panjatkan pada yang Tuhan Yang Esa dan para sahabat yang telah membantu, khususnya Bapak Lukas Enembe ( Gubernur Provinsi Papua ) atas selesainya buku ini. Buku
ini diberi Judul “Jokowi Sang Pemimpin Rakyat “. Buku ini memakan waktu yang
cukup lama, selama 6 bulan didalam
penyusunannya.
Waktu
terus berputar dan jaman terus berganti, untuk waktu saat ini, Indonesia
sepertinya memang masih membutuhkan typikal seorang pemimpin yang
jujur, bersih, merakyat dan juga akrab dengan media sosial serta berjiwa
Milenial.
Berdasarkan
fakta dan realita yang ada, Presiden Jokowi, telah banyak melakukan perubahan
dan terobosan serta menciptakan sejarah baru dalam memimpin Indonesia. Berbagai
keberhasilan itu, bukan hanya diakui di Indonesia, bahkan dunia Internasional
juga mengakuinya.
Yang
paling sangat mengesankan adalah kedekatan Sang Presiden dengan masyaratnya dan
juga beberapa tindakan spontanitasnya, yang sering sedikit keluar dari jalur
protokoler. Sifat Spontanitas memperlihatkan bukti kepribadian sejati (inner
personality) yang terdapat pada seseorang. Dalam berpenampilan juga, Sang Presiden
sering mengenakan pakaian yang cocok dengan selera kaum milenial.
Pada periode pertama kepemimpinannya Presiden
Jokowi sudah sangat berhasil membangun pilar pembangunan nasional yang kuat
lewat pembangunan infrastruktur dan banyak perubahan mendasar dari segi birokrasi perekonomian
dan admintrasi perizinan serta memakai konsep
pembangunan pola Indonesia sentris ( pembangunan dari desa dan daerah perbatasan
).
Beberapa tahun ke depan hingga 2019-2024
segi pembangunan Sumber Daya Manusia dan melanjutkan pembangunan Indonesia yang
lebih merata seyogyanya lebih mendapatkan perhatian yang matang. Pembangunan Sumber
Daya Manusia dan Revolusi mental yang lebih berupa "civic
education movement", suatu proses pendidikan untuk warga
negara dalam berbagai bidang.
Pada bagian awal buku ini, penulis mengangkat kembali napak tilas perjalanan
hidup Presiden Jokowi dari kecil sampai beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta serta
Presiden RI yang ke 7. Dalam setiap perhelatan Pilpres di Indonesia, pasti selalu
disertai dengan pembahasan tentang ranmalan dari Prabu Joyoboyo yang sangat kental
ada dalam budaya Jawa.
Penulis juga merasa perlu agak sedikit membahas tentang siapa Erick
Thohir yang saat ini mempunyai jabatan strategis sebagai ketua Timses Jokowi-Makruf
Amin.
Hal ini penting penulis sampaikan
untuk mengingatkan kembali bagi yang sudah tau dan untuk menginformasikan bagi yang
belum mengetahui tentang siapa dan bagaimana seorang Presiden Jokowi itu dan lingkungan
sekelilingnya.
Jika melihat hasil pencapaian pembangunan yang telah dikerjakan
oleh Presiden Joko Widodo, hanya satu kata yang bisa kita ucapkan yaitu, “ Luar Biasa “. Pujian rasa kagum ini
bukan hanya datang dari para pendukung atau simpatisan Presiden Jokowi, mantan
Presiden SBY juga mengapresiasi dan mengakui kinerja Presiden Jokowi, dilandasi
atas penilaian objektif.
Memang, dari seluruh
masyarakat Indonesia ada juga yang merasa kurang puas dengan kepemimpinan
Presiden Jokowi, hal itu lebih disebabkan karena faktor ekonomi, yang dirasakan
oleh masyarakat agak sulit dibandingkan era-era Presiden sebelumnya. Secara
keseluruhan dari beberapa hasil survey yang ada, sekitar 70% masyarakat puas
dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.
Penulis
berharap, dengan terbitnya buku ini, akan lebih menambah informasi kepada masyarakat Indonesia umumnya dan kaum
Milenial khususnya, mengenai sifat dan karakter serta gaya kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo. Buku ini
memang masih banyak kekurangannya sebab belum menjelaskan secara total dari
kinerja Presiden Ir. H. Joko
Widodo dalam memimpin Negara Republik Indonesia ini.
Dalam era yang serba canggih saat ini, berbagai rekam jejak catatan jurnalistik tentang kinerja, gaya dan karakter Presiden Ir. H. Joko Widodo dapat ditemui diberbagai sumber. Dan Penulis juga sengaja menuangkan tulisan ini dalam suatu blog khusus dan juga dalam bentuk e-book.
Dalam era yang serba canggih saat ini, berbagai rekam jejak catatan jurnalistik tentang kinerja, gaya dan karakter Presiden Ir. H. Joko Widodo dapat ditemui diberbagai sumber. Dan Penulis juga sengaja menuangkan tulisan ini dalam suatu blog khusus dan juga dalam bentuk e-book.
Akhirul
kata, penulis mengakui. Bahwa tulisan dalam buku ini masih banyak kekurangan dan
jika ada kesalahan atau kekeliruan dalam pembahasannya penulis menyampaikan permohonan
maaf yang sebesar-besarnya.
PENULIS
ADRIAN INDRA, S.Sos
Senin, 24 September 2018
TEROBOSAN DALAM BIDANG EKOSOSBUD BY: ADRIAN INDRA
Era
Baru Keterbukaan Bank dan Jasa Keuangan
Awal Mei 2017, Presiden Joko Widodo
menandatangani Perppu No. 1 Tahun 2017 mengenai akses informasi keuangan untuk
kepentingan perpajakan yang pernah menimbulkan kehebohan. Karena, Perppu yang
kemudian disahkan DPR menjadi UU No.9/2017 ini mengharuskan lembaga keuangan,
khususnya bank, membuka data rekening dan pemiliknya guna keperluan perpajakan.
Kebijakan yang merupakan implementasi kerja
sama global pertukaran informasi keuangan secara otomatis (AEoI) ini menjadi
era baru keterbukaan data bank dan lembaga keuangan di Indonesia. Selain akan
menaikkan basis penerimaan pajak, kebijakan ini bermaksud mengidentifikasi aset
WNI di luar negeri dan mencegah praktik penghindaran pajak.
Mulai tahun ini, terdapat 69 negara yang
bersedia melaksanakan pertukaran data keuangan secara otomatis dan resiprokal.
Artinya, sudah tidak lagi tempat untuk wajib pajak di suatu negara untuk menyembunyikan
asetnya di dalam ataupun luar negeri.
Gairah
Ekonomi Digital Melahirkan Empat Unicorn
Pada Agustus 2016, Go-Jek menjadi perusahaan
rintisan (start-up) pertama di Indonesia yang memiliki status unicorn,
yaitu kuda bertanduk yang melambangkan nilai suatu perusahaan telah melebihi US$
1 miliar. Perolehan ini kemudian diikuti oleh tiga e-commerce, yakni
Tokopedia dan Traveloka serta yang terakhir yaitu Bukalapak.
Jadi, sekarang, empat dari enam unicorn
di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Menteri
Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan ada lima unicorn pada
tahun ini, dan tahun depan bertambah satu lagi dari sektor layanan finansial
berbasiskan teknologi (fintech).
Kesuksesan start-up berkembang besar
menjadi unicorn menandakan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia
dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian Google dan AT Kearney
mencatat, investasi pada start-up di Indonesia berkembang empat kali
lipat dalam kurun kurang dari setahun menjadi US$ 6 miliar per Agustus 2017.
Geliat ekonomi digital ini terjadi di sejumlah lini, seperti transportasi,
perdagangan (e-commerce), kesehatan, pendidikan, sampai jasa keuangan (fintech).
Baru-baru ini, orang kaya dan konglomerasi di
Indonesia juga rajin berinvestasi lewat modal ventura di sejumlah start-up,
seperti Grup Djarum dan Astra International menyuntik Go-Jek sekitar Rp 3,3
triliun awal tahun ini.
Tax
Amnesty, Kontroversi dan Prestasi
Di akhir September 2016, puluhan konglomerat
negeri ini berbaris untuk meminta "ampun" di kantor pajak. Ada James
Riady (Grup Lippo), Anthoni Salim, Prajogo Pangestu (Barito), Tommy Soeharto,
Aburizal Bakrie, Garibaldi dan Erick Thohir, hingga Arifin Panigoro (Medco).
Mereka menggunakan sisa waktu periode I program pengampunan pajak (tax
amnesty) yang memberikan tarif bayaran lebih rendah.
Sejak dijadwalkan sampai pembuatan undang-undangnya,
program ini memang menimbulkan kontroversi sebab pemerintah mengampuni kalangan
orang kaya yang selama ini menyembunyikan hartanya dari target pajak. Di sisi
lain, orang kaya meragukan jaminan hukum dan komitmen pemerintah menjalankan
program ini. Alhasil, ketika program ini dimulai Juli 2016, minat wajib pajak
sangat rendah.
Usaha sosialisasi pemerintah, khususnya Presiden
Joko Widodo ke sejumlah kota, akhirnya mendorong banyak orang kaya yang mengikuti
program amnesti tersebut. Sampai selesainya program tax amnesty pada
akhir Maret 2017, hasil yang didapatkan tergolong cukup memuaskan. Program ini
diikuti oleh hampir 1 juta wajib pajak, dengan deklarasi harta di dalam negeri
sebesar Rp 3.687 triliun dan deklarasi luar negeri Rp 1.032 triliun.
Jadi, uang tebusan yang didapatkan Rp 114
triliun atau total penerimaan negara dari program tersebut Rp 135 triliun. Ini
lebih rendah dari sasaran pemerintah Rp 165 triliun. Sedangkan nilai repatriasi
hanya Rp 147 triliun, jauh di bawah target Rp 1.000 triliun. Walau demikian,
program tax amnesty di Indonesia dinilai berhasil sebab menghimpun dana
tebusan tertinggi di dunia dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
sekitar 0,80%.
Bubarnya
BP Migas dan Wajah Baru Hulu Migas
Pada November 2012, Mahkamah Konstitusi (MK)
mengeluarkan vonis mengejutkan: Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)
tidak konstitusional sebab tidak serasi
dengan Pasal 33 UUD 1945. Kehadiran lembaga buatan pemerintah tahun 2002
sebagai pembina dan pengawas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini
dianggap mendegradasi penguasaan negara atas sumber daya alam.
Sejak keputusan itu, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
langsung membuat Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2013 untuk membentuk SKK
Migas sebagai pengganti BP Migas. Satuan kerja ini beroperasi sampai adanya
revisi Undang-undang Migas Nomor 22 tahun 2001 yang sampai sekarang belum
dilaksanakan. Selain bubarnya BP Migas, wajah baru sektor hulu migas di dengan
pergantian rezim kontrak dari cost recovery menjadi rezim gross split.
Skema baru yang mulai berlaku Januari 2017 ini bermaksud menaikkan
transparansi dan efisiensi biaya produksi di tengah gejolak harga minyak dunia.
Walau pernah mendapat pro-kontra, sekarang sudah ada sembilan wilayah kerja
migas yang menjalankan skema gross split.
Mobil
Murah Memompa Industri Otomotif Nasional
Era mobil murah di Indonesia berawal dari
keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 2013 mengenai insentif pajak
penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost
Green Car/LCGC) pada Juni 2013. Dengan dorongan ini, mobil berkapasitas di
bawah 1.200 cc dan hemat bahan bakar bisa dijual lebih murah seharga di bawah
Rp 100 juta.
Hal ini serasi dengan kehendak pemerintah
menaikkan daya saing industri mobil nasional dan penciptaan lapangan pekerjaan
baru. Basis produksi mobil di dalam negeri akan tumbuh dan bersaing dengan
negara-negara lain, seperti Thailand.
Kebijakan tersebut langsung berpengaruh besar.
Tahun 2013, penjualan mobil mencapai 1.229.902 unit yang merupakan rekor
tertinggi sepanjang sejarah. Adapun, pangsa pasar mobil murah rata-rata 13% per
bulan. Setahun berlalu, penjualan mobil masih stabil di volume yang sama, dan
baru cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir ini seiring melemahnya daya
beli masyarakat.
Saat ini, Presiden Ir. H.
Joko Widodo berencana
mengeluarkan kebijakan baru yakni Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) dengan
cakupan yang lebih luas daripada LCGC. Kemungkinan program itu tidak hanya
mencakup mobil hemat bahan bakar, namun juga hybrid dan listrik
Tidak
mudah untuk menjadi Presiden Indonesia, namun tampaknya bagi Ir. H. Joko Widodo
cukup berhasil memmpin negara yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa tersebut,
yang juga negara kepulauan terbesar di dunia memiliki lebih dari 17.100 pulau,
memiliki lebih dari 1.128 etnis, 746 bahasa yang beragam, 1.000 macam makanan
tradisional dan keanekaragaman hayati, memiliki garis pantai terpanjang kedua
di dunia setelah Kanada dengan total panjang 99.093 Km, memiliki 8 situs budaya
warisan dunia.
Bonus demografi Indonesia : usia 15 tahun dan
kurang dari 64 tahun (34%), usia 15 tahun sampai 64 tahun (66%). Penduduk usia
produktif Indonesia mencapai 170 juta jiwa lebih besar dibandingkan gabungan
penduduk usia produktif di Malaysia, Singapura, Australia dan Thailand.
Ada
beberapa keberhasilan fenomenal selama pemerintahan Presiden Jokowi berduet
dengan Wapres Jusuf Kalla dalam berbagai sektor kehidupan antara lain : pertama,
nilai investasi di 13 kawasan industri mencapai Rp 250,7 Trilun.
13
kawasan industri yaitu Kawasan Industri Dumai, Riau; Kawasan Industri
Lhokseumawe Aceh; Kawasan Industri Tanjung Bunten-Riau; Kawasan Industri Wilmar
Serang, Banten; Kawasan Industri Sei Mangke, Sumut; Kawasan Industri Kendal,
Jawa Tengah; Kawasan Industri Ketapang Kalimantan Barat; Kawasan Industri JIIPE
Gresik, Jawa Timur; Kawasan Industri Morowali, Sulteng; Kawasan Industri Palu
Sulteng; Kawasan Industri Bitung, Sulut; Kawasan Industri Konawe, Sultra;
Kawasan Industri Bantaeng, Sulsel.
Kedua,
sejak tahun 2014, belanja untuk infrastruktur meningkat sangat signifikan.
Setidaknya sampai tahun 2017, ada 244 proyek strategis nasional (PSN) yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan nilai investasi lebih dari Rp 4.000
triliun. Beberapa dari proyek itu telah selesai dikerjakan.
Kemajuan
pembangunan infrastruktur di era Jokowi yaitu pembangunan jalan Trans Papua;
revitalisasi Bandara Silangit di Sumut; revitalisasi Bandara Komodo di Labuan
Bajo-NTT; Tol Trans Jawa sampai Batang dan Tol Trans Jawa sampai Solo;
Pembangunan bandara dan pelabuhan Tapaleo, Bicoli dan Wayabula di Maluku Utara;
pembangunan jalan sepanjang 1.900 Km dari Kalimantan Barat ke Kalimantan Utara;
pembangunan pembangkit listrik 35GW; penyediaan kapal terjadwal lewat program
tol laut; pembangunan 69 bendungan diseluruh Indonesia hingga tahun 2019.
Pemerintah
sedang membangun Palapa Ring yakni infrastruktur serat optik sepanjang 36.000
Km untuk menjangkau 440 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Palapa Ring akan
selesai pada tahun 2018. Disamping itu, pemerintah akan membangun
infrastruktur jaringan internet dengan satelit yang ditargetkan selesai tahun
2021.
Disamping
itu, pemerintah sedang mengembangkan dan membangun 11 proyek tol laut. Anggaran
yang dialokasikan pada 2017 mencapai Rp 132,38 triliun. Lokasi tol laut yaitu
Pelabuhan Patimban di Subang (Jabar), Inland Waterways atau Kanal
Cikarang-Bekasi-Laut Jawa di Cikarang, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan
Bitung, Pelabuhan KEK Maloy, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan
Makassar New Port, Pelabuhan Palu, Terminal Kijing dan Pelabuhan Kupang.
Sementara,
percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan Jokowi dengan membangun 52
proyek jalan tol, 17 proyek bandara, 13 proyek pelabuhan, dan 19 proyek kereta
api. Fokus prioritas pilihan Jokowi sudah benar yaitu pembangunan
infrastruktur, pembangunan manusia dan relaksasi regulasi (deregulasi) yang
akan bermuara pada peningkatan daya saing.
Target
infrastruktur nasional tahun 2018 yaitu sektor sumber daya air membangun 47
bendungan (11 baru, 36 masih berlangsung); 106 Km pembangunan sarana dan
prasarana pengendalian banjir; pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana
pengamanan pantai (11 Km); pembangunan jaringan irigrasi baru (54.000 hektar);
rehabilitasi jaringan irigasi (160.000 hektar); pembangunan pengendali
lahar/sedimen (16); pembangunan embung (54 buah); pembangunan sarana dan
prasarana pengelolaan air baku (4,5m3 per detik).
Sektor jalan yaitu pembangunan jalan sepanjang
864 Km, preservasi jalan sepanjang 46.000 Km, pembangunan jembatan (8.037m),
pembangunan jalan layang/terowongan (588 Km), pembangunan tol (25 Km) dan
preservasi jembatan (497.515 m).
Sektor
perumahan yaitu pembangunan rumah khusus (5000 unit); rumah susun (6.238 unit),
PSU perumahan (15.400 unit) dan rumah swadaya (180.000 unit). Sektor cipta
karya yaitu pembangunan SPAM (13.059 liter/detik), penanganan infrastruktur
kawasan permukiman perkotaan (1990 ha), penanganan infrastruktur kawasan
permukiman perdesaan (867 ha), pengolahan air limbah (648.018 KK) dan pelayanan
sistem persampahan (2.072.904KK).
Hasil
evaluasi Bappenas tahun 2017, pencapaian penyelesaian infrastruktur program
prioritas 2018 yaitu 63% tercapai, 24% tercapai dengan kerja keras dan 13%
tidak akan tercapai.
Ketiga,
penyebab terjadinya pungli yaitu sarana dan prasarana tugas yang belum ideal;
mekanisme kerja layanan publik yang belum sistematis; birokrasi yang belum
sempurna; insentif yang belum optimal; pengawasan yang lemah serta meminimalkan
pertemuan langsung petugas dengan masyarakat yang sedang meminta layanan
publik.
Beberapa
sebab munculnya pungli antara lain karena tak paham prosedur, lamanya proses
pelayanan, berkas persyaratan kurang lengkap, tidak sabarnya warga masyarakat
menunggu serta mental oknum pelayanan dan pengawasan internal yang buruk.
Berdasarkan
data Ombudsman RI (Oktober 2016), sektor yang paling banyak dilaporkan
terjadinya suap dan pungli ada di sektor pendidikan (45%) dari seluruh laporan,
sektor pertanahan (10%), penegakkan hukum (7%), administrasi kependudukan (6%),
cukai dan pajak (6%), kepegawaian (5%), perhubungan(5%), perizinan (4%),
kesehatan (3%) dan sektor lainnya (9%). Sementara data Kemendagri dari laporan
masyarakat periode Januari s.d September 2016, ada 7 aspek rawan pungli yaitu
kepegawaian, pendidikan, perizinan, dana desa, pelayanan publik, hibah dan
bantuan sosial serta pengadaan barang dan jasa.
Merespons
maraknya Pungli atau illegal levy, Presiden menetapkan Peraturan
Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar
yang mengatur upaya pemberantasan pungutan liar secara terpadu.
Keempat,
selama pemerintahan Jokowi juga ada komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan
perdesaan. Hal ini tergambar dari besarnya dana yang masuk ke desa dari
berbagai sumber yaitu DAK dan dekonsruksi (Pusat), DAK dan tugas pembantuan
(Provinsi), Dana desa, bantuan pemerintah, alokasi dana desa, bagi hasil pajak
daerah dan retribusi daerag (PDRD) dan kegiatan pemberdayaan masyarakat
(Kabupaten/Kota). Sumber dana : dana desa total alokasi selama 2017 (Rp 66
Triliun), DAK tahun 2017 (Rp 104,1 Triliun), alokasi anggaran K/L ke desa tahun
2016 (Rp362,6 Triliun), alokasi dana desa tahun 2017 (Rp 34,7 Triliun).
Kebijakan
dana desa : tahun 2015 sebesar Rp 20,67 Triliun penyerapannya sebesar 82,72% di
74.093 desa (setiap desa mendapat kurang lebih Rp 280,3 juta); tahun 2016
sebesar Rp 46,98 Triliun penyerapannya sebesar 97,65% di 74.754 desa (setiap
desa mendapat kurang lebih Rp 643,6 juta); tahun 2017 sebesar Rp 60 Triliun
penyerapannya sebesar 89,20% di 74.910 desa (setiap desa mendapat kurang lebih
Rp 800,4 juta).
Rekapitulasi
pemanfaatan dana desa yaitu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa (jalan
desa 121.709 Km, jembatan 1.960 Km, pasar desa 5.220 unit, BUMDesa 21.811 unit,
tambatan perahu 5.116 unit, embung 2.047 unit, irigasi 41.739 unit dan sarana
olah raga desa 2.366 unit) dan kegiatan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
desa (penahan tanah 291.393 unit, air bersih 32.711 unit, MCK 82.356 unit,
Polindes 6.041 unit, drainase 590.371 unit, PAUD 21.357 unit, Posyandu 13.973
unit dan sumur 45.865 unit).
Kemajuan Bidang
Sosial Budaya dan Politik
Di
bidang sosial budaya dan politik, banyak kemajuan yang ditorehkan selama
pemerintahan Jokowi-JK seperti antara lain : Pertama, ada komitmen kuat pemerintahan ini untuk memerangi ancaman
Narkoba yang sudah masuk skala ancaman darurat dan kritis dalam teori the
cycle of threats. Menurut laporan kinerja BNN tahun 2016 (Kompas, 2 Agustus
2017), Jumlah hasil aset yang disita dari tindak pidana pencucian uang hasil
kejahatan Narkotika selama tahun 2010 sebesar Rp 3,63 miliar, tahun 2011
sebesar Rp 33,17 miliar, tahun 2012 sebesar Rp 24,62 miliar, tahun 2013 sebesar
Rp 52,37 miliar, tahun 2014 sebesar Rp 83,21 miliar, tahun 2015 sebesar Rp
85,33 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 279,11 miliar.
Kedua, pemerintahan sekarang ini gencar memerangi
ancaman korupsi, dan ada komitmen kuat untuk terus memberdayakan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai ujung tombak atau spearhead perang
melawan korupsi. Terbukti, sejak KPK berdiri pada 2002, tercatat sudah ada 16
hakim dibawah MA dan 9 aparat pengadilan serta pegawai MA yang terjaring OTT
oleh KPK. Mereka yang ditangkap KPK, bukan hanya hakim karir, melainkan juga
hakim non karir atau ad hoc untuk tindak pidana korupsi. Hingga awal September
2017, ada 15 hakim, 11 advokat dan 7 panitera yang terjerat kasus korupsi.
Tidak
hanya itu saja, perbaikan dalam penegakkan hukum juga dilakukan oleh
pemerintahan ini, hal ini merespons laporan Ombudsman RI (Agustus 2017), ada 4
LP yang terindikasi dugaan maladministrasi terkait hak Napi sebanyak 963 kasus
yaitu LP Kelas II A Pekanbaru (726 kasus); LP Kelas IIA Bekasi (192 kasus); LP
Kelas IIA Bogor (12 kasus) dan LP Perempuan Kelas IIA Palembang (33 kasus).
Hak
yang tidak didapat Napi antara lain hak remisi, hak pembebasan bersyarat, hak
cuti bersyarat, hak cuti menjelang bebas dan hak pengurangan masa hukuman.
Beberapa faktor penyebab malaadministrasi yaitu faktor kedekatan emosional
antara warga binaan/Napi dan petugas LP; Proses pengurusan hak-hak warga binaan
yang dinilai berbelit dan minim sosialisasi; Perlakuan khusus bagi warga binaan
dengan kemampuan finansial lebih.
Sedangkan,
laporan tahunan LPSK tahun 2016, jumlah permohonan perlindungan yang diterima
LPSK yaitu perlindungan fisik (34), perlindungan hukum (37), perlindungan
fisik, pemenuhan hak prosedural dan fasilitas restitusi (39), pemenuhan hak
prosedural (84), pemenuhan
Ketiga, hak prosedural dan fasilitas restitusi (88),
perlindungan fisik dan pemenuhan hak prosedural (140), bantuan medis dan
psikologis (234), fasilitasi restitusi (333) dan bantuan medis (561).
Berdasarkan jenis kasus yaitu pelanggaran HAM (796), korupsi (109), terorisme
(16), perdagangan orang (140), Narkotika/psikotropika (6), kekerasan seksual
terhadap anak (66), penyiksaan (28), pidana umum lainnya (564) dan kasus yang
tidak terdapat unsur tindak pidana (2).
indeks
kemerdekaan pers di Indonesia dari tahun ke tahun selalu membaik, hal ini
menunjukkan terjadinya komunikasi sosial dan komunikasi massa yang baik antara
pemerintahan ini dengan komunitas pers. Menurut Indeks Kemerdekaan Pers 2016,
indeks kebebasan politik (63,44), kebebasan ekonomi (61,87) dan kebebasan hukum
(61,33). Berdasarkan tiga kelompok informan, pemerintah (kebebasan politik
71,63, kebebasan ekonomi 66,29 dan kebebasan hukum 68,29), bisnis/pengusaha
(kebebasan politik 69,46, kebebasan ekonomi 66,96 dan kebebasan hukum 64,40),
sipil (kebebasan politik 61,20, kebebasan ekonomi 57,86 dan kebebasan hukum
56,45).
Indeks kebebasan pers per propinsi yaitu
Kalbar (75,68), Aceh (72,39), Kepulauan Riau (70,60), Kalsel (70,34), Banten
(69,92), NTB (68,55), Lampung (67,99), Sumsel (69,27), DIY (66,54), Papua
(63,88) dan DKI Jakarta (62,75).
Bidang pertahanan
dan pemberantasan terorisme
Pemerintahan
Jokowi-JK juga fokus untuk terus memperkuat bidang pertahanan, karena kekuatan
militer yang disegani lawan dan kawan akan menjadi faktor determinan diplomasi
dan jaminan keamanan investasi.
Apalagi dengan visi menciptakan Poros Maritim
Dunia, Pemerintahan Jokowi memiliki empat prioritas yaitu; pertama, pembangunan postur kekuatan minimal esensial (minimum
essential force/MEF) TNI, utamanya peningkatan kesiapan tempur (combat
readiness) matra udara.
Kedua, perwujudan visi Presiden Jokowi berupa Poros
Maritim Dunia khususnya dari aspek pertahanan kelautan (maritim).
Ketiga, peningkatan kemandirian dalam pemenuhan alat
utama sistem persenjataan (alutsista), antara lain jet tempur, kapal selam,
propelan (zat pendorong) untuk roket dan rudal, radar, tank medium, dan kapal
selam. Lalu keempat, pengambilalihan
kontrol sebagian ruang udara Indonesia yang masih dikendalikan oleh Singapore
FIR (Flight Information Region), yakni ruang udara Kepulauan Riau, Kepulauan
Natuna dan perairannya.
Prioritas
pertama (pembangunan postur MEF TNI) ditargetkan selesai tahun 2024 sejak
dimulai tahun anggaran 2010. Dari beberapa sumber pembangunan postur tahap
pertama hingga 2014 telah mencapai sekitar 40 persen. Namun, Wakil Ketua Komisi
I DPR TB Hasanuddin malah menyebut pembangunan MEF saat ini (tahap kedua) baru
tercapai 12 hingga 13 persen (detikcom, 4 Desember 2017).
Perbedaan
angka yang signifikan dapat terjadi antara lain, karena penyesuaian rencana
kebutuhan, baik kapabilitas militer, anggaran pertahanan maupun target waktu,
dibandingkan dengan realisasi. Dalam upaya penyelamatan WNI yang terpapar
ideologi teroris dan radikal, sudah banyak yang dilakukan pemerintahan Jokowi.
Sepanjang
Januari s.d Juni 2017, 161 orang atau 52 KK WNI dari 12 provinsi yang
dideportasi dari Turki karena akan bergabung dengan ISIS telah kembali ke
Indonesia. Berdasarkan data LSM C-Save, provinsi dengan pengikut terbanyak
adalah Jabar (13 KK), Jatim (10 KK), Jateng (8 KK), Lampung (5 KK), Jakarta dan
Banten (4 KK), Sumbar, Jambi, Kalbar, Aceh, Batam dan Sumsel (1 KK).
Untuk
pemberantasan terorisme, sudah digambarkan bahwa wilayah Jawa Barat telah
menjadi basis kelompok radikal DI/TII atau NII. Dari Jawa Barat, DI/TII
dan NII menyebar ke Aceh, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat. Jawa Tengah
dikenal basis JI dan JAT. Sedangkan, laporan Institute for Policy Analysis of
Conflict merilis laporan yang menyebutkan sedikitnya ada 50 PRT perempuan asal
Indonesia yang bekerja dikawasan Asia Timur ambil bagian dalam kelompok diskusi
ekstrimis. Sebanyak 43 diantara mereka pernah atau masih bekerja di Hongkong.
Laporan ini jelas sudah ditindaklanjuti oleh jajaran Kementerian Luar Negeri.
Presiden
Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2018 dalam rangka
hari ulang tahun (HUT) ke-73 Proklamasi Republik Indonesia, Kamis (16/8/2018).
Presiden Jokowi menyoroti sejumlah isu,
prestasi dan tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam satu tahun
terakhir dalam pidatonya.
1. Indeks Pembangunan Manusia meningkat
Presiden Jokowi menyatakan Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. Menurut Jokowi, dengan hasil itu, Indonesia masuk dalam kategori High Human Development.
“Kita bersyukur apa yang kita kerjakan membuahkan hasil, kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam empat tahun terakhir terus membaik,” ( Presiden Joko Widodo )
2. Tingkat pengangguran terbuka menurun
Presiden Joko Widodo mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen karena kerja bersama bangsa Indonesia.
3. Pembagian Kartu Indonesia Pintar Capai 20 Juta
Presiden Jokowi menegaskan komitmen membangun manusia Indonesia itu diwujudkan melalui pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada tahun 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa.
Menurut Presiden Jokowi, proses pendidikan harus mampu membuat manusia Indonesia lebih produktif dan berdaya saing.
“Maka
itu, dalam empat tahun ini, kita fokus untuk memperkuat pendidikan serta
pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia terampil, yang siap memasuki
dunia kerja,”
( Presiden Joko
Widodo )
4. Penerima
Bantuan Iuran JKN Naik Jadi 92.4 Jiwa
Pemerintah
meningkatkan secara bertahap Penerima Bantuan Iuran JKN dari 86,4 juta jiwa di
tahun 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018.
5. Pajak UMKM Turun
Untuk mendorong perkembangan usaha UMKM, pemerintah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5 persen serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.
6. Rasio Gini Turun Dari 0,406 Jadi 0,389
Dengan kerja nyata, rasio gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus kita turunkan, yang saat ini berhasil kita turunkan dari 0,406 menjadi 0,389.
7. Penerima Bantuan Nontunai Ditingkatkan Jadi 15,6 Juta
Untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, pemerintah bekerja menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok. Pemerintah juga menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, serta mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan nontunai, agar lebih tepat sasaran, dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019.
Langganan:
Postingan (Atom)
FREDERIKUS GEBZE : "PRESIDEN JOKOWI DAN PEMIMPIN DUNIA"
Berbagi Pengalaman dengan Generasi Muda Presiden Joko Widodo berbagi pengalamannya menjadi seorang wirausaha dalam acara ...
-
MASA KECIL PRESIDEN IR. H. JOKO WI DODO “ Lupakan diri Sendiri, investasikan berbuat banyak kebaikan kepada orang lain d...


















