Raihan medali emas Indonesia Rekor terbanyak sepanjang sejarah Asian Games
“Ini perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games,” ( Presiden Jokowi )
2. Jokowi bandingkan saat Indonesia jadi tuan rumah 56 tahun lalu
Presiden Jokowi kemudian membandingkan perolehan medali emas saat
Indonesia juga menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962. Kala itu, berdasarkan
data Dewan Olimpiade Asia (OCA), Indonesia meraih 11 medali emas, 12 perak, dan
28 perunggu.
"Ini perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games, lebih banyak dari saat Indonesia menjadi tuan rumah pertama kali di 56 tahun lampau," demikian ditulis di akun Facebooknya.
Perubahan
Dalam Kerja Membangun Indonesia
Pada tahun pertama, pemerintahan Presiden Ir. H.
Joko Widodo dengan Wakil Presiden Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sudah
menaruh pilar pembangunan nasional yang kuat lewat perubahan mendasar
perekonomian dan menaruh kembali pola Indonesia sentris.
"Pada tahun kedua,
pemerintah mendorong percepatan pembangunan nasional. Baik pembangunan
infrastruktur fisik, mempercepat pembangunan sumber daya manusia, serta
meningkatkan lainnya dapat berjalan bersama, maju bersama, sejahtera bersama" ( Presiden Joko Widodo )
Terlebih, tahun 2017 adalah tahun
kerja bersama guna pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat
Indonesia. Presiden Ir. H. Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah ingin
segenap rakyat Indonesia di seluruh pelosok dapat merasakan manfaat pembangunan,
bukan sebaliknya.
Bagi Presiden Ir. H.
Joko Widodo, hal itu adalah janji kemerdekaan yang wajib diwujudkan, yaitu
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut mewujudkan
ketertiban dunia. "Rakyat di Aceh, di Papua, Pulau Miangas, Pulau Rote,
bisa menikmati hasil-hasil pembangunan secara merata," ungkap Presiden Ir. H.
Joko Widodo.
Presiden Ir. H. Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah sudah
membangun banyak infrastruktur fisik. Tetapi, tidak lupa juga menjalankan
pembangunan manusia. Bagi Presiden Ir. H. Joko Widodo, hal tersebut disebabkan membangun
Indonesia merupakan membangun manusia Indonesia.
"Alhamdulillah,
kerja bersama kita selama ini dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia
Indonesia telah menuai hasil yang menggembirakan,"
( Presiden
Joko
Widodo )
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia beranjak naik dari negara dengan kategori
medium high development atau menengah menjadi negara dalam kategori high human
development atau tinggi. Pertumbuhan ini diiringi kenaikan angka IPM naik dari
68,90 pada 2014 menjadi 70,18 pada 2016.
Presiden Ir. H. Joko Widodo menyatakan, kenaikan IPM tersebut tidak terlepas dari dikeluarnya
beberapa program seperti program Kartu Indonesia Sehat (KIS), program Kartu
Indonesia Pintar (KIP), serta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu
pemerintah juga mempunyai program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita
dan ibu hamil. Presiden Jokowi menekankan, pemerintah berjanji akan melanjutkan
program-program pembangunan manusia.
"Pemerintah bukan hanya konsentrasi untuk
mengurangi dampak kekurangan gizi kronis, menekan angka stunning, tetapi juga
menyiapkan generasi muda yang berkualitas yang terampil dan siap untuk berkompetisi," ( Presiden Joko Widodo )
Oleh sebab
itu, lanjut Presiden Ir.
H. Joko Widodo, pemerintah menginisiasi
pengembangan kompetensi tenaga kerja, antara lain lewat pendidikan dan
pelatihan vokasi. Seluruhnya dilaksanakan guna
menyiapkan sumber daya manusia yang andal dan tangguh. Presiden Ir.
H. Joko Widodo menegaskan pentingnya bagi
Indonesia untuk melaksanakan transformasi ekonomi dari ekonomi berbasis
konsumsi menjadi investasi.
Presiden Ir. H. Joko Widodo, Indonesia mesti beranjak meninggalkan ekonomi berbasis sumber
daya alam mentah tanpa pengolahan menuju industri manufaktur yang bisa
meningkatkan nilai tambah. Pemerintahannya giat melaksanakan pembangunan
infrastruktur sebagai salah satu upaya untuk menaikkan perekonomian Indonesia. Presiden Joko
Widodo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang menyeluruh di seluruh
Indonesia ini dinanggap sangat dibutuhkan oleh Indonesia.
"Urgensi
pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah karena kondisi infrastruktur
Indonesia masih jauh dari kondisi ideal, bahkan cenderung memburuk. Ini studi
dari World Bank (2015) dan McKinsey (2013)" ( Presiden Joko
Widodo )
Maka dari itu, pemerintah giat untuk membangun
mulai dari daerah terluar dan yang selama ini kurang memperoleh perhatian
seperti di Papua. Terlebih di Papua, pemerintah membangun jalan Trans-Papua dan
berbagai infrastruktur lainnya demi menekan disparitas harga. Sementara itu,
Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menegaskan proyeksi pertumbuhan
ekonomi pada 2018 sebesar 5,4 persen masih bisa terlaksana asalkan tidak
terjadi pergolakan geopolitik yang terlalu masif.
Ekonomi
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan
Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan keadaan ekonomi pada
2018 dapat dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang membaik selama 2017 dan tidak
begitu terganjal oleh isu proteksionisme yang pernah beredar pada awal Presiden
AS Donald Trump menjabat. Walau demikian, isu proteksionisme mesti terus
diantisipasi sebab masih menjadi perbincangan utama perdagangan internasional
dan memengaruhi perdagangan China, yang kini adalah salah satu mitra dagang
utama Indonesia. Selain itu, Sokongan pertumbuhan
ekonomi pada 2018 dapat bersumber dari sektor investasi yang tercatat mulai
meningkat di 2017 dan kian memberikan efek seiring dengan pulihnya persepsi
investor terhadap keadaan ekonomi Indonesia. Sejumlah sumber investasi tersebut
antara lain belanja modal BUMN serta investasi di pasar modal dan non perbankan
lainnya seperti dari penerbitan obligasi ritel yang dapat memperkuat struktur
pasar keuangan dan menaikkan investasi dalam negeri.
Tetapi, persoalan terpenting lainnya yang
dapat Pangan
Walaupun
mengejar pembangunan infrastruktur, namun Indonesia tetap mengusahakan
kemandirian pangan. Situs kata data melaporkan, Indonesia meminta World Trade
Organization (WTO) segera menghasilkan jalan keluar permanen untuk Public
Stockholding for Food Security Purposes dan Special Safeguard Mechanism (SSM).
Kedua persoalan tersebut harus diselesaikan
demi meningkatkan ketahanan pangan dalam sektor perikanan dan pertanian, khususnya
di negara-negara berkembang. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan
negara anggota WTO mesti meninjau konsep pembangunan berkelanjutan guna
mendukung ketahanan pangan.
"Bagi
Indonesia, sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai sumber penghidupan
sebagain besar penduduk Indonesia," ( Enggartiasto
Lukita )
Indonesia memimpin koalisi negara berkembang
G33 yang meminta supaya perjanjian dalam pertanian dan perikanan dapat
disetujui tanpa mesti menghilangkan
Sedangkan untuk kebijakan
struktural, sambungnya, terdapat lima persoalan yang harus diperhatikan.
Pertama yaitu upaya memperkuat daya saing perekonomian melalui peningkatan
empat modal dasar pembangunan, yakni infrastruktur, modal manusia, penyerapan
teknologi dan inovasi, serta mutu institusi atau kelembagaan
Selanjutnya yaitu upaya membangun
kapasitas dan kapabilitas industri lewat pengembangan industri. Pengembangan
itu, mesti serasi dengan kemampuan di daerah berdasarkan analisis growth
strategy yang kelak bisa menjadi acuan untuk pemangku kebijakan.
Fokus yang ketiga yaitu masalah
upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan ini bisa dijalankan pada
sejumlah sektor, seperti pemerataan akses pendidikan, kesempatan kerja,
penguatan konektivitas antar daerah, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM).
Kemudian selanjutnya yaitu masalah
penguatan struktur dan sumber pembiayaan. Fokus ini terbagi menjadi dua, yakni
pemerintah dan swasta. Dari sisi pemerintah bisa dilakukan lewat beberapa hal
seperti penguatan penerimaan pajak, efisiensi pengeluaran, serta strategi
pembiayaan fiskal yang berkelanjutan. Terakhir yaitu mengoptimalkan peluang
sambil memitigasi resiko yang bias timbul dari perkembangan teknologi digital
termasuk teknologi finansial. Pada masalah ini, BI akan bekerja sama dengan
pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan untuk terus memperkokoh koordinasi dan
melahirkan pengembangan ekonomi.
Generasi Muda
dan E-Commerce
Presiden Ir.
H. Joko Widodo memuji bahwa kaum muda Indonesia
sekarang tengah menggerakkan perubaha industri jual beli daring (e-commerce)
dan ekonomi digital. Besarnya pasar Indonesia berdampak pada kemunculan empat
perusahaan start up dengan nilai luar biasa besar.
"Saat ini, Indonesia telah memiliki empat
Unicorn atau perusahaan start-up dengan nilai miliaran Dolar, sama dengan
jumlah Unicorn di gabungan 28 negara di Uni Eropa “
( Presiden Joko Widodo )
Bagi Presiden Ir.
H. Joko Widodo, sumber daya manusia juga ikut
memajukan revolusi industri keempat atau Revolusi Industri 4.0. Presiden Joko
Widodo mengungkapkan bahwa pada 4 April silam dia sudah mengeluarkan
program Revolusi Industri 4.0 yang diberi nama 'Making Indonesia 4.0'.
"Saya percaya
bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menciptakan banyak lapangan kerja dan
meningkatkan kesetaraan, karena salah satu aspek penting dari Industri 4.0 adalah
penurunan biaya produk dan jasa sehingga menyebabkan produk tersebut lebih
murah dan mudah dijangkau bagi kalangan berpendapatan rendah," ( Presiden Joko Widodo )
Dalam enam tahun terakhir, perekonomian Indonesia sudah menjalani banyak transformasi dan perkembangan pesat. Transformasi itu meliputi berbagai sektor, mulai dari otomotif, minyak dan gas bumi, perbankan, sampai kehadiran “Ekonomi Baru” (new economy) yang berbasiskan teknologi digital.
Berikut enam momen penting yang sudah mengubah
wajah perekonomian Indonesia selama enam tahun terakhir ini (periode tahun
2012-2018):
Peringkat
Kredit dan Layak Investasi Tertinggi sejak Krisis 1998
Pada Mei 2017, Standard & Poor's (S&P)
menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia ke level layak investasi
(investment grade). Ini melengkapi level serupa yang lebih dahulu
disematkan oleh Fitch Ratings dan Moody's. Jadi, tiga lembaga rating
utama dunia telah kembali mencatatkan utang Indonesia ke dalam level layak
investasi sejak krisis ekonomi 1998 silam.
Tidah berhenti di situ saja, Fitch pada
Januari 2018 dan Moody's pada April 2018 menaikkan lagi peringkat utang
Indonesia menjadi Baa2. Ini peringkat kredit tertinggi yang disandang
Indonesia, bahkan sejak zaman Orde Baru. Hal tersebut memperlihatkan penilaian
positif terhadap daya tahan ekonomi Indonesia dan kemampuan pemerintah dalam
mengatur anggaran negara.
Cap investment grade akan menarik dana
investasi asing masuk ke Indonesia, termasuk dari negara-negara yang
konservatif memilih tempat investasinya, seperti Jepang. Menurut pemerintah,
semakin tinggi peringkat kredit maka akan makin ringan beban yang mrsti
ditanggung untuk membayar bunga utang. Korporasi di dalam negeri juga akan
terkerek peringkatnya sehingga lebih murah mencari pendanaan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar