Kamis, 20 September 2018

Masa Lalu Presiden Jokowi By Adrian Indra


BAGIAN I
PENDAHULUAN 


MASA LALU PRESIDEN JOKOWI

Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 atau yang lebih akrab disapa Presiden Ir. H. Joko Widodo adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Amanah yang luar biasa karena bisa  dibilang Wong Ndeso Dadi Presiden “Orang desa jadi Presiden. Meski kini Jokowi menjabat sebagai seorang Presiden, sosoknya berasal dari keluarga yang sederhana.

Dikutip dari Wikipedia, Presiden Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi, dan merupakan anak sulung serta putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.Ia sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan. Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Kisah Masa Kecil Jokowi, Pernah Hidup Susah, Jadi Ojek Payung hingga Kena Gusur 3 Kali.

Kehidupan Masa Kecil Presiden Jokowi
Presiden Jokowi pernah menjalani masa kecil yang cukup berat. Tak seperti anak kecil lainnya, beliau harus bekerja keras untuk memenuhi kehidupannya. Bahkan, beliau pernah berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul, untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Jokowi kecil menempuh pendidikan di SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah. Bahkan, Jokowi kecil saat itu memilih untuk berjalan kaki saat pergi ke sekolah, meskipun teman-temannya saat itu menggunakan sepeda.

Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali pada masa kecil, mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinan kelak setelah menjadi Wali Kota Surakarta saat harus menertibkan permukiman warga. Kehidupan Presiden Jokowi mulai berubah sejak ia beranjak remaja dan bisa berbisnis. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun. Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Ketika ia lulus SMP, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta. 



Lulus SMA, Presiden Jokowi diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Saat menempuh pendidikan di UGM itulah, beliau memanfaatkan untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Setelah lulus pada 1985, ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya.

Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Namun pada tahun 1990 ia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp 30 juta dari ibunya. Usaha ini membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, 'Jokowi'. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya.


Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya yaitu daerah Surakarta. Karakter yang sederhana dan aksi blusukannyalah yang menjadi primadona bagi masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FREDERIKUS GEBZE : "PRESIDEN JOKOWI DAN PEMIMPIN DUNIA"

  Berbagi Pengalaman dengan Generasi Muda Presiden Joko Widodo berbagi pengalamannya menjadi seorang wirausaha dalam acara ...